Welcome to my blog! Content: Who Am I?; Post; Music; Links; Photos; Portrait. Silakan tinggalkan pesan, saran, atau kritikan yang membangun. Arigatou~

Tuesday, August 5, 2014

Raisa - LDR (Lyrics&Piano Cover)

 
 
Ku teringat dalam lamunan
Rasa sentuhan jemari tanganmu
Ku teringat walau telah pudar 
Suara tawamu, sungguh ku rindu
Tanpamu langit tak berbintang 
Tanpamu hampa yang ku rasa
 
Seandainya jarak tiada berarti 
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja 
Seandainya sang waktu dapat mengerti 
Takkan ada rindu yang terus mengganggu 
Kau akan kembali bersamaku

Ku teringat walau telah pudar 
Suara tawamu, sungguh ku rindu
Tanpamu langit tak berbintang 
Tanpamu hampa yang ku rasa
 
Seandainya jarak tiada berarti 
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja 
Seandainya sang waktu dapat mengerti 
Takkan ada rindu yang terus mengganggu 
Kau akan kembali bersamaku
 
Terbit dan tenggelamnya matahari 
Membawamu lebih dekat
Denganmu langitku berbintang 
Denganmu sempurna ku rasa
 
Seandainya jarak tiada berarti 
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja 
Seandainya sang waktu dapat mengerti 
Takkan ada rindu yang terus mengganggu
 Kau akan kembali bersamaku

(seandainya jarak tiada berarti) 
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja 
Seandainya sang waktu dapat mengerti 
Takkan ada rindu yang terus mengganggu 
Kau akan kembali bersamaku

Thursday, July 24, 2014

Meninggalkan Musik?

Sekilas liat timeline Line saya. Shock sih, ada seorang teman yang ngeshare link yang judulnya "Saatnya Meninggalkan Musik". Agak gimana gitu. Kayaknya selama ini aku main musik, dengerin musik, itu kayaknya nggak menggoyahkan imanku. Maksudku nggak ganggu ibadahku. Aku nggak melalaikan kewajibanku sebagai seorang muslim.
Saking aku nggak terima sama 'artikel atau argumen' itu, aku googling. Karna, kalo cuma baca dari yang disebar-sebarin orang kayaknya kurang ngeh. Kalo cuma baca 1 bacaan tanpa mempertimbangkan bacaan lain, bisa jadi antara kedua bacaan itu beda penafsiran. Ya, nggak? Dan akhirnya aku menemukan artikel (nah, ini artikel :p) yang isinya alhamdulillaah bikin lega. Karna aku nggak merasa rugi kok main musik. Asalkan nggak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan harusnya nggak masalah to? Bz. Jadi, ini sekilas jawaban ustad dari seseorang yang tanya, "Nah kalau musik klasik semisal  Mozart apa hukumnya? Bagaimana kita menyikapinya?":

Ibnu Hazm mengatakan bahwa permasalahan ini tergantung dari niatnya. Barangsiapa yang berniat untuk menghibur dirinya, menyemangatinya untuk berbuat ketaatan maka ia termasuk orang yang taat dan berbuat baik dan barangsiapa yang berniat bukan untuk ketaatan juga bukan untuk kemaksiatan maka hal itu termasuk didalam perbuatan yang sia-sia yang dimaafkan seperti manusia yang keluar ke kebunnya hanya untuk refresing atau orang yang duduk-duduk di depan pintu rumahnya untuk rileks semata.
Imam Ghozali mengemukakan pendapat asy Syaukani didalam menjelaskan hadits,”Segala permainan yang dimainkan seorang mukmin adalah batil.” Tidaklah menunukkan pengharaman akan tetapi menunjukkan tidak adanya manfaat dan setiap yang tidak ada manfaat didalamnya termasuk mubah (boleh).” (Fatawa al Azhar juz VII hal 263)
Demikian pula terhadap musik karya Wolfgang A Mozart, musik simfoni, sonata, concerto yang termasuk didalam golongan musik-musik klasik maka ia—sebagaimana fatwa diatas—dibolehkan selama tetap memperhatikan hal-hal berikut ;
1. Tidak diniatkan untuk masiat kepada Allah swt.
2. Tidak berlebih-lebihan didalam menikmati maupun mendengarkannya sehingga melalaikannya dari perkara-perkara yang diwajibkan, seperti : sholat, mengingat Allah maupun kewajiban lainnya.
3. Para pemainnya tidak menampilkan perbuatan-perbuatan yang diharamkan atau dilarang agama.
4. Biduanitanya—jika ada—tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang mengundang fitnah, seperti :menggunakan gaun yang seronok, tidak sopan, bergoyang-goyang atau menyanyikannya dengan suara-suara yang dibuat-buat sehingga membangkitkan birahi dan merangsang syahwat orang-orang yang mendengarkannya.
5. Bait-bait syair lagunya tidak bertentangan dengan adab dan ajaran islam, seperti mengandung kemusyrikan, pelecehan, jorok dan sejenisnya.
6. Tidak diadakan di tempat-tempat yang mengandung syubhat, kemunkaran atau diharamkan, seperti di tempat yang dibarengi dengan minuman keras, dicampur dengan perbuatan cabul dan maksiat.
Ada sedikit yang membedakan antara musik klasik dari musik-musik lainnya adalah manfaat dari musik ini menurut penelitian para pakar. Ada yang mengatakan bahwa alunannya yang lembut dan tenang dapat memberikan efek yang baik bagi janin, bayi dan anak-anak. Ada pula peneliti barat yang mengatakan bahwa musik klasik dapat menambah kecerdasan pada anak.
UNESCO Music Council menyebutkan bahwa manfaat musik klasik adalah pertama sebagai alat pendidikan dan kedua adalah alat untuk mempertajam rasa intelektual manusia (Intellect Einfullung). Musik yang demikian biasanya mempunyai keseimbangan antara empat unsur musik, yaitu melodi, harmoni, irama (rythim) dan warna suara (timbre). Musik yang memenuhi persyaratan itu adalah musik klasik, semi musik klasik, musik rakyat, juga musik tradisional seperti karawitan. (sumber : http://imadeharyoga.com)
Bagi seorang muslim yang menyukai musik ini maupun yang ingin mengambil manfaat darinya untuk hal-hal diatas maupun yang lainnya maka tidaklah menempatkannya diatas dari keagungan, keindahan maupun mafaat dari Al Qur’an. Hendaklah terlebih dahulu ia menggunakan Al Qur’an sebelum menggunakan musik tersebut karena Al Qur’an adalah obat, menenangkan jiwa, menghibur dikala sedih, mengasah ketajaman hafalan dan lainnya. Adapun setelah itu dia ingin menggunakan musik klasik untuk diambil manfaatnya seperti yang dikatakan oleh para pakar dan selama tidak mengandung hal-hal yang dilarang seperti yang disebutkan diatas maka ia dibolehkan.
Wallahu A’lam
Alhamdulillaah, selama ini aku lebih suka lagu instrumental dari pada lagu yang berlirik. Kalau lagu yang berlirik, ya ada sih, tapi yang isi liriknya wajar.

Sumber: http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/bagaimana-hukum-mendengarkan-musik.htm#.U9Ej-EDIyAd

Tuesday, July 22, 2014

Abdul & The Coffee Theory - Jangan Bandingkan Aku (Lirik&Piano Cover)



(Album: Lovable Special Edition (2014))

Telah lama kita jalani
Cerita cinta kita
Namun masalalumu terus menghantui
Dalam setiap langkahku

Telah lama aku mencoba
Jadi yang terbaik untukmu
Namun bayangan dirinya tak dapat kau lupa
Di setiap cerita

Reff:
Biarkan aku mencintaimu
Dengan seluruh rasa cintaku
Biarkan aku menyayangimu setulus hati
Jangan bandingkan aku dengannya
Nilai saja tulus cintaku
Tak ingin sisa cinta yang lain untuk diriku
Jangan bandingkanku dengannya

Harus bagaimana ku dapat berharap
Tuk memilikimu dengan seutuhnya
Harus bagaimana ku harus berbuat
Tuk dapat menggapai hatimu

Reff:
Biarkan aku mencintaimu
Dengan seluruh rasa cintaku
Biarkan aku menyayangimu setulus hati
Jangan bandingkan aku dengannya
Nilai saja tulus cintaku
Tak ingin sisa cinta yang lain untuk diriku
Jangan bandingkanku dengannya

Jangan bandingkanku dengannya

Monday, June 23, 2014

We were on VOTE #14 "Lemon Tea": FIXED!

Waaaa, seneng banget rasanya. Setelah ikut seleksi dan akhirnya kita terpilih jadi perwakilan band angkatan. Kita bisa ikut berpartisipasi di acara ini deh. Bisa satu panggung sama Batiga&Sri Plecit:3 Pas tahun-tahun sebelumnya, vote untuk umum dan diselenggarakan di luar sekolah. Tapi kali ini cuma untuk angkatan kelas 12 dan lokasinya di sekolah. Jadi, selain mereka-panitia-pengisi nggak boleh dateng._.
Acaranya habis isha' tanggal 22 Juni kemarin. Dan kita jadi band pembuka. Kami main The Story of Us-nya Taylor Swift. Waa, dan alat yang tak pake, bener-bener nyenengin, Roland RD700 SX *.* Saya suka saya suka. Nah, ini foto setelah kita selesai melaksanakan tugas(?) xD

Dikasih ini biar nggak dikira ilegal(?)

We are FIXED!


Sama Batigaaa

Menyenangkan sekaliii.

Friday, June 13, 2014

Adakah? Apakah ada?

Sekarang, apakah aku masih harus mencari?
Mencari siapa yang benar-benar bisa memahami?
Apakah aku akan sendirian?
Tanpa seorang pun yang bisa dipercaya, selain teman-teman lama?
Apakah aku harus menunggu hingga akhir cerita?
Akankah pada saat itu aku menemukan dia/mereka/siapapun yang bisa kupercaya?
Yang tidak pernah mempermasalahkan dan menyalah-nyalahkan?
Yang tidak pernah menghakimi siapa aku?
Yang tidak pernah menjadi sok tahu?
Apakah ada untuk saat ini?
Apakah hanya teman-teman lama?
Apakah aku harus mencarinya?
Apakah aku harus membuat dia/mereka/siapapun menjadi ada?
Tanpa disangka merebut? Merebut apa? Merebut kebahagiaan orang? Merebut teman? Merebut apa?
Apakah ada istilah merebut teman? Bukankah itu pemaksaan?
Apakah aku pernah memaksa orang? Untuk sekedar ada di saat aku membutuhkan?
Apakah ada pihak yang merasa terpaksa? Apakah ada?
Apakah aku tidak punya hak untuk bercerita?
Apakah aku tidak punya hak untuk bahagia?
Apakah itu yang namanya teman?

Sunday, April 20, 2014

Menjadi Diri Sendiri

Selama aku hidup di dunia ini, aku menemui berbagai macam manusia. Ada yang cantik banget, ada yang pinter banget, ada yang baik banget, ada yang kaya banget, ada yang sukses banget, ada yang solehah banget, dan lain-lain. Bayangkan, kalau ada satu manusia yang punya kriteria-kriteria tadi. Gimana nggak nyebelin banget? Aku sendiri pernah 'bermimpi' berada di posisi orang lain. Ya cuma karna kagum yang luar biasa sama orang itu. Tapi, ya malah ngapain._. Kurang kerjaan banget ngemix sifat-sifat orang lain dan berkhayal kalau itu adalah aku. Mending aku ngemix lagu aja.
Aku harus mensyukuri apa yang ada. Semua sudah direncanakan Allah SWT. Siapa tahu, besok apa yang aku minta dikabulkan, aamiin. (apa hubungannya?) Semakin kita bersyukur, semakin ditambah pula nikmatnya, aamiin. Aku cukup senang dan nyaman jadi diriku sendiri. Jadi manusia selo. Di saat yang lain sibuk sama kegiatan dan kurang quality time-nya sama keluarga, aku malah kebanyakan quality time nya..... Tapi, alhamdulillah lhooo. Selo itu harus dinikmati, siapa tahu besok mendadak sibuk. (semakin out of topic).
Aku atau kita harus bisa menjadi diri sendiri. Jangan pernah berpikir orang lain itu hidupnya selalu enak. Ya, itu karna yang keliatan yang enaknya, siapa tahu malah orang lain lebih banyak nggak enaknya. Hidup setiap orang kan beda-beda. Ada yang sekarang lagi klimaks, ada yang lagi antiklimaks(?) Ya pokoknya gitu. "Berbanggalah pada pribadi masing-masing."

Oya, aku juga menemukan quotes ini:

Yiruma's Musical Style

Yiruma's musical style is not easy to classify and is similar to the contemporary classical music in film scores or television dramas. Because his music is popular among many listeners who are not familiar with classical music, the solo piano instrumentation and tendency toward "movements" often leads to labels like "new classical" or "contemporary classical". However, although his composition studies would have included the classics, the structure of his pieces do not reflect such forms. His music has sometimes been classified vaguely as "popular", as shown by the inclusion of his hit piece River Flows in You on a compilation of wedding pieces titled "Wedding Essentials: The Ceremony".The iTunes Store considers him a World Music or New Age artist.

Regarding the structure of his music, the movement and reach required to play his pieces averages around Grade 7 by Royal Conservatory standards. Pattern and repetition feature prominently, however, making the structure more like popular pieces or movie themes than traditional solo piano compositions.