Welcome to my blog! Content: Who Am I?; Post; Music; Links; Photos; Portrait. Silakan tinggalkan pesan, saran, atau kritikan yang membangun. Arigatou~

Monday, January 26, 2015

Naega bogoshipeo

Selang waktu berjalan
Kita masih sama
Di sini tak berjalan cerita yang sama
Akankah kita pernah bisa
Berhenti mencoba
mencinta karena terbiasa

Ku yang slalu ada
Kau yang slalu ada
Membuat kita tak mampu
Tuk bisa menjauh dan menghilang

...
(Maliq & D'Essentials - Menghilang)

Emang nggak bisa dipungkiri. Rasanya pengen natap dia dan bilang "Aku kangen kamu". Tapi nggak semudah itu. Entah kenapa aku harus menitikkan air mata setelah bilang itu ke dia via sosmed. Ditinggal bentar doang, aku udah nyariin xD Tapi sayangnya, sekarang kita udah nggak kayak dulu lagi. Semua sebatas teman. Tapi aku lebih nyaman dengan ini:)

Thursday, January 22, 2015

@yourbagz on Instagram

Halooo. Yuk mari cek @yourbagz buat pilih-pilih aneka ragam tas vintage/ethnic:3 Order sekalian yaa:p



Jadi, sekarang aku ingin memulai bisnis. Ya nyobain dulu jadi reseller, habis itu buka usaha sendiri:3 Mumpung masih muda, aku pengen menggali banyak pengalaman. Sebenernya waktu SD aku pernah bisnis gelang:3 tapi karna aku belum dong soal keuangan, jadi aku ga ngerti apakah aku untung atau rugi xD bisa jadi pengeluaran buat modalnya lebih besar dari keuntungan.

Oke, sekian dari saya. Terima kasih atas perhatiannya!:)

Wednesday, December 31, 2014

Thank You 2014

This is the end of 2014. Tanggal 31 Desember 2014.
Tahun 2014 ini penuh warna. Seneng, bangga, sedih, memeng, pusing, lelah, semuanya ada .

Januari

Fara, Mita, Fia @ Pok Tunggal Beach

Berlari-lari ketepian

MAMA @ Cha Cha MilkTea. Mau fullteam aja susah._.

Februari


@ Studio Intan. Kurang Adin.




Maret

Vocal: Ayu, Gitar: Nafa&Adin, Bass: Fina, Keyboard: Mita, Drum: Evita.

April 2014

TUC 2014, unstopable!


Mei 2014


Pagelaran Teladan


Terima kasih Marisha, Anin, Arista:'3


Terimakasih X Sosiologi:3

Juni 2014

LG 2014

Fixed on stage @ Voice of Teladan

Fixed and Batiga

Juli


Buber kelas IX-5 :D


Buber kelas X-8 Sosiologi :3

Agustus



September


XI MIA 7 kedatangan Rizal dari Tanjung Pinang

Fixed on stage @ ICEF

Pertama kali ikut kompetisi band di luar sekolah xD


MAMAJA yang gak fullteam._. @ Village Milk Tea

Oktober

HUT Jogja:3

Fullteam:3

Remaja Masjid wuehehe

Main sama Dhanu dan temen-temen SMAnya di pantai:3

Ini sama Evita waktu pembubaran panitia TUC 2014:3

Karaokean @ Happup with Fia & Fara :3

@ UKDW with Fina

November

Pre-wed wkwk xD

@ Nikkou Ramen with Fia and Fara, nomnom :9

Desember


@ Pantai Baru


Double date sih sebenernya xD @ Hutan Pinus

Dan yang terakhir, selamat tanggal 31!:)

Thursday, December 18, 2014

Dream Catcher


Aku pertama kali liat benda itu di Jatim Park 2. Ada penampilan musik asli Indian. Terus di sana juga di jual pernak-pernik khas Indian. Salah satunya yang menarik di mataku adalah dream catcher ini. Dulu sih aku gak tau kalo itu namanya dream catcher. Dan aku juga sempet nggumun, itu dicantolin di mana ya, gantungannya cuma gitu doang xD Dan pas tanya itu harganya berapa....gak jadi beli deh. Mahal. Aku lupa berapa. Puluhan ribu. Tapi ukurannya kecil. Kalo yang besar bisa sampe ratusan.

Jadi, apasih dream catcher itu?

Dream catcher atau penangkap mimpi berakar pada tradisi orang-orang penduduk pribumi Amerika (Indian) menggantungkan sebuah jaring-jaring simbolis di atas tubuh seseorang yang tidur untuk melindunginya dari mimpi buruk. Sebuah dream catcher terbuat dari sebuah simpul kayu berbentuk lingkaran yang di dalamnya terdapat sebuah jaring anyaman dengan lubang di tengahnya. Di bagian bawah lingkaran kayu itu terdapat dua atau lebih bulu yang tergantung-gantung. Dengan digantungkan di atas orang yang sedang bermimpi, dream catcher akan menyaring mimpi-mimpi dari udara malam, dan hanya akan membiarkan mimpi-mimpi yang baik dan pesan-pesan yang penting saja yang masuk ke dalam orang tersebut. 
Ada banyak sekali legenda-legenda indah mengenai asal usul dream catcher ini, yang menceritakan apa yang bisa dilakukan oleh penangkap mimpi itu. Indian Lakota, misalnya, mempercayai bahwa mimpi yang baik ditangkap untuk menjadi bagian dari jaringan kehidupan, sementara mimpi-mimpi buruk akan lewat begitu saja melalui lubang yang ada di tengah penangkap mimpi. Legenda suku Navajo, Ojibwe, dan Chippewa menyatakan bahwa jaring itu menangkap mimpi buruk, mencegahnya masuk ke dalam impian, sementara mimpi-mimpi yang baik akan lewat melalui lubang di tengahnya. Dalam legenda ini, sinar matahari pagi akan memurnikan jaring itu dari mimpi-mimpi buruk yang ditangkapnya semalam. Penangkap mimpi untuk anak-anak dengan legenda yang disebut terakhir ini memiliki sebuah bulu di lubang tengahnya sehingga mimpi-mimpi yang baik bisa masuk ke dalam bulu itu dan masuk ke dalam mimpi. 
Penangkap mimpi tradisional memiliki delapan titik tempat jaring menempel pada lingkaran, hal ini melambangkan delapan kaki laba-laba. Laba-laba melambangkan energi penciptaan kaum wanita, kebijaksanaan, dan pembelajaran. Dalam kebudayaan orang Indian, penangkap mimpi sangat penting untuk digantungkan di atas tempat tidur bayi supaya bayi terlindung dari mimpi buruk atau “angin jahat” (energi yang buruk). Penangkap-penangkap mimpi ini, kesemuanya dibuat dari simpai dan urat jaring pohon willow, tidak dibuat untuk dipakai selamanya. Ketika si anak tumbuh dewasa, penangkap mimpi ini biasanya diganti dengan yang baru untuk siklus kehidupan si anak berikutnya. 
Meskipun gagasan tentang mimpi merupakan gagasan yang umum dikaitkan dengan dream catcher, tampaknya tujuan pemaknaan yang sesungguhnya dari penangkap mimpi ini lebih luas lagi. Legenda suku Lakota, misalnya, meyakini bahwa selama perjalanan kehidupan banyak kekuatan yang bisa menghalangi kesadaran atas Roh Besar. Keyakinan pada Roh Besar bisa membuat penangkap mimpi tidak hanya akan menangkap mimpi-mimpi baik namun juga visi, gagasan, dan peluang yang baik yang bisa membantu seseorang mencapai tujuan dan cita-citanya. Oleh karena itu, dream catcher tidak hanya berguna untuk tidur saja, namun lebih merupakan totem atau jimat yang dipercaya oleh sementara orang bisa memusatkan energi baik dan menghilangkan energi negatif. 
Dewasa ini, dream catcher telah diadopsi dan dipopulerkan di kebudayaan Barat sebagai sebuah benda hiasan dan alat New Age. Anda bisa menemukan dream catcher di internet dan toko-toko barang-barang hadiah istimewa.

Sumber: http://cognitiobrevis.blog.com/2011/04/04/apakah-dream-catcher-itu/

Saturday, December 6, 2014

Pertanyaan Tanpa Jawaban, Tak Perlu Jawaban

Aku. Inilah aku. Di sini lah aku.
Menunggu. 
Tanpa seorang pun yang tahu.
Bahwa aku sedang menunggu.
Masih menunggu.
Aku diam. Aku menahan ego ini.
Aku harus berbuat apa?
Kali ini, aku tak bisa sedikitpun mengerti, memahami.
Aku telah sia-siakan waktuku.
Menghabiskan seperempat malamku.
Hanya menunggu.
Apa yang aku tunggu?
Sekarang ini, aku diam.
Sekali lagi, aku masih menahan egoku.
Hingga gengsi ini menertawaiku.
Menghinaku.
Untuk apa aku masih berada di sini?
Tanpa bergerak sedikitpun.
Bahkan sekedar meluruskan kakiku, tidak.
Aku menunggu.
Masih menunggu.
Lelah.
Tembok kesabaran ini telah runtuh.
Semudah itu kah?
Apa yang terjadi padaku?
Inikah aku?
Mengapa?

Have you seen my childhood?

Have you seen my childhood?
I'm searching for the world that I come from
Cause I've been looking around
In the lost and found of my heart...
No one understands me.

(Michael Jackson - Childhood)

Halooo. Sebenernya lirik lagunya kurang pas sama aku. Everyone understands me, yeah I hope so.

Aku kangen masa kecilku. Sebuah masa dimana aku menangis karena sepotong kapas, dipaksa mandi, dicekokin (dikasih jamu biar mau makan), dan lain-lain. Aku kangen masa kecilku. Waktu aku masih belajar IPA. Nggak kayak sekarang. IPA -> Fisika, Biologi, Kimia. Apalah. Terlalu amat sangat kompleks.

Aku kangen masa kecilku. Setiap hari Minggu jalan-jalan sama orang tuaku. | Kalau bukan hari Minggu, kapan lagi? Cuma hari Minggu dimana aku, bapak, dan ibu berkumpul jadi satu.

















Ini Simbahku. Walaupun aku sering nyebelin, tapi Beliau sabar. Aku suka sambel terasi, tempe goreng, aku suka semua masakan Beliau!


Ini sama saudara-saudaraku di Riau. Salah satunya, seumuran sama aku, tapi dia kakak kelas.




Sekarang, aku suka sekarang. Aku punya adik. Tapi di rumah cuma bertiga. Aku, bapak, dan ibu. Setiap hari Sabtu, kita berkumpul jadi satu. | Iya, kalau aku nggak ada acara.

Sekarang, aku suka sekarang. Walaupun terasa lebih berat memikul beban kehidupan, tapi aku bahagia. Aku harus bahagia. Demi cita-citaku di masa depan. Aku harus berbalas budi kepada kedua orang tuaku. Walau tak sebesar yang pernah mereka berikan kepadaku, kasih sayang. Aku sayang orang tuaku. Aku sayang adikku. Aku sayang teman-temanku. Aku sayang kamu. Aku sayang kalian semua.