Welcome to my blog! Content: Who Am I?; Post; Music; Links; Photos; Portrait. Silakan tinggalkan pesan, saran, atau kritikan yang membangun. Arigatou~

Thursday, December 18, 2014

Dream Catcher


Aku pertama kali liat benda itu di Jatim Park 2. Ada penampilan musik asli Indian. Terus di sana juga di jual pernak-pernik khas Indian. Salah satunya yang menarik di mataku adalah dream catcher ini. Dulu sih aku gak tau kalo itu namanya dream catcher. Dan aku juga sempet nggumun, itu dicantolin di mana ya, gantungannya cuma gitu doang xD Dan pas tanya itu harganya berapa....gak jadi beli deh. Mahal. Aku lupa berapa. Puluhan ribu. Tapi ukurannya kecil. Kalo yang besar bisa sampe ratusan.

Jadi, apasih dream catcher itu?

Dream catcher atau penangkap mimpi berakar pada tradisi orang-orang penduduk pribumi Amerika (Indian) menggantungkan sebuah jaring-jaring simbolis di atas tubuh seseorang yang tidur untuk melindunginya dari mimpi buruk. Sebuah dream catcher terbuat dari sebuah simpul kayu berbentuk lingkaran yang di dalamnya terdapat sebuah jaring anyaman dengan lubang di tengahnya. Di bagian bawah lingkaran kayu itu terdapat dua atau lebih bulu yang tergantung-gantung. Dengan digantungkan di atas orang yang sedang bermimpi, dream catcher akan menyaring mimpi-mimpi dari udara malam, dan hanya akan membiarkan mimpi-mimpi yang baik dan pesan-pesan yang penting saja yang masuk ke dalam orang tersebut. 
Ada banyak sekali legenda-legenda indah mengenai asal usul dream catcher ini, yang menceritakan apa yang bisa dilakukan oleh penangkap mimpi itu. Indian Lakota, misalnya, mempercayai bahwa mimpi yang baik ditangkap untuk menjadi bagian dari jaringan kehidupan, sementara mimpi-mimpi buruk akan lewat begitu saja melalui lubang yang ada di tengah penangkap mimpi. Legenda suku Navajo, Ojibwe, dan Chippewa menyatakan bahwa jaring itu menangkap mimpi buruk, mencegahnya masuk ke dalam impian, sementara mimpi-mimpi yang baik akan lewat melalui lubang di tengahnya. Dalam legenda ini, sinar matahari pagi akan memurnikan jaring itu dari mimpi-mimpi buruk yang ditangkapnya semalam. Penangkap mimpi untuk anak-anak dengan legenda yang disebut terakhir ini memiliki sebuah bulu di lubang tengahnya sehingga mimpi-mimpi yang baik bisa masuk ke dalam bulu itu dan masuk ke dalam mimpi. 
Penangkap mimpi tradisional memiliki delapan titik tempat jaring menempel pada lingkaran, hal ini melambangkan delapan kaki laba-laba. Laba-laba melambangkan energi penciptaan kaum wanita, kebijaksanaan, dan pembelajaran. Dalam kebudayaan orang Indian, penangkap mimpi sangat penting untuk digantungkan di atas tempat tidur bayi supaya bayi terlindung dari mimpi buruk atau “angin jahat” (energi yang buruk). Penangkap-penangkap mimpi ini, kesemuanya dibuat dari simpai dan urat jaring pohon willow, tidak dibuat untuk dipakai selamanya. Ketika si anak tumbuh dewasa, penangkap mimpi ini biasanya diganti dengan yang baru untuk siklus kehidupan si anak berikutnya. 
Meskipun gagasan tentang mimpi merupakan gagasan yang umum dikaitkan dengan dream catcher, tampaknya tujuan pemaknaan yang sesungguhnya dari penangkap mimpi ini lebih luas lagi. Legenda suku Lakota, misalnya, meyakini bahwa selama perjalanan kehidupan banyak kekuatan yang bisa menghalangi kesadaran atas Roh Besar. Keyakinan pada Roh Besar bisa membuat penangkap mimpi tidak hanya akan menangkap mimpi-mimpi baik namun juga visi, gagasan, dan peluang yang baik yang bisa membantu seseorang mencapai tujuan dan cita-citanya. Oleh karena itu, dream catcher tidak hanya berguna untuk tidur saja, namun lebih merupakan totem atau jimat yang dipercaya oleh sementara orang bisa memusatkan energi baik dan menghilangkan energi negatif. 
Dewasa ini, dream catcher telah diadopsi dan dipopulerkan di kebudayaan Barat sebagai sebuah benda hiasan dan alat New Age. Anda bisa menemukan dream catcher di internet dan toko-toko barang-barang hadiah istimewa.

Sumber: http://cognitiobrevis.blog.com/2011/04/04/apakah-dream-catcher-itu/

Saturday, December 6, 2014

Pertanyaan Tanpa Jawaban, Tak Perlu Jawaban

Aku. Inilah aku. Di sini lah aku.
Menunggu. 
Tanpa seorang pun yang tahu.
Bahwa aku sedang menunggu.
Masih menunggu.
Aku diam. Aku menahan ego ini.
Aku harus berbuat apa?
Kali ini, aku tak bisa sedikitpun mengerti, memahami.
Aku telah sia-siakan waktuku.
Menghabiskan seperempat malamku.
Hanya menunggu.
Apa yang aku tunggu?
Sekarang ini, aku diam.
Sekali lagi, aku masih menahan egoku.
Hingga gengsi ini menertawaiku.
Menghinaku.
Untuk apa aku masih berada di sini?
Tanpa bergerak sedikitpun.
Bahkan sekedar meluruskan kakiku, tidak.
Aku menunggu.
Masih menunggu.
Lelah.
Tembok kesabaran ini telah runtuh.
Semudah itu kah?
Apa yang terjadi padaku?
Inikah aku?
Mengapa?

Have you seen my childhood?

Have you seen my childhood?
I'm searching for the world that I come from
Cause I've been looking around
In the lost and found of my heart...
No one understands me.

(Michael Jackson - Childhood)

Halooo. Sebenernya lirik lagunya kurang pas sama aku. Everyone understands me, yeah I hope so.

Aku kangen masa kecilku. Sebuah masa dimana aku menangis karena sepotong kapas, dipaksa mandi, dicekokin (dikasih jamu biar mau makan), dan lain-lain. Aku kangen masa kecilku. Waktu aku masih belajar IPA. Nggak kayak sekarang. IPA -> Fisika, Biologi, Kimia. Apalah. Terlalu amat sangat kompleks.

Aku kangen masa kecilku. Setiap hari Minggu jalan-jalan sama orang tuaku. | Kalau bukan hari Minggu, kapan lagi? Cuma hari Minggu dimana aku, bapak, dan ibu berkumpul jadi satu.

















Ini Simbahku. Walaupun aku sering nyebelin, tapi Beliau sabar. Aku suka sambel terasi, tempe goreng, aku suka semua masakan Beliau!


Ini sama saudara-saudaraku di Riau. Salah satunya, seumuran sama aku, tapi dia kakak kelas.




Sekarang, aku suka sekarang. Aku punya adik. Tapi di rumah cuma bertiga. Aku, bapak, dan ibu. Setiap hari Sabtu, kita berkumpul jadi satu. | Iya, kalau aku nggak ada acara.

Sekarang, aku suka sekarang. Walaupun terasa lebih berat memikul beban kehidupan, tapi aku bahagia. Aku harus bahagia. Demi cita-citaku di masa depan. Aku harus berbalas budi kepada kedua orang tuaku. Walau tak sebesar yang pernah mereka berikan kepadaku, kasih sayang. Aku sayang orang tuaku. Aku sayang adikku. Aku sayang teman-temanku. Aku sayang kamu. Aku sayang kalian semua.

Tuesday, November 25, 2014

(What)-sasi?

Malam ini, aku dapet inspirasi nulis. Inspirasinya aku dapet waktu aku baru aja duduk manis di atas closet dan kemudian--cring (ceritanya ada bohlam nyala di atas kepalaku. Iya, lampu kamar mandi maksudnya)--muncul-lah ide nulis itu, wkwk. Tapi, sayang banget kenapa nggak kemarin aja aku dapet inspirasinya. Padahal kemarin malem selo. Mana besok aku ulangan fisika, materinya gerak harmonis. Tapi ya udah sih, begadang aja gak masalah demi fisika. Fyi, malem ini aku lagi seneng-senengnya belajar fisika. Entah kenapa pikiranku lagi cerah gini, cepet pahamnya. Padahal selama guruku jelasin tentang gerak harmonis--selalu aku perhatiin--tapi nggak paham. Belajar sendiri malah paham._.
Hehe, sebenernya bukan ini yang mau aku bahas:p Bukan ini juga inspirasi yang aku dapet di tempat itu. Tiba-tiba terlintas dipikiranku, sebuah foto. Foto teman di Instagram. Anak kelas 6 SD udah bisa selfie. Bahkan, adekku, Bita, kelas 4 SD, umur 9 tahun, udah jago selfie. Foto genic pula. Padahal, kelas 4 SD aku nggak suka difoto. Apalagi selfie, wkwk. Pas difoto gayaku masih kaku. Senyum, lempeng, ya awkward gitulah. Tapi sekarang jadi keseringan selfie:p

Ini aku pas kelas 6 SD. Adekku masih TK.
Dulu gayaku senyum doang. Nggak kepikiran buat melet, meringis, ng-unyu, atau apapun itu wkwk.

Ini yang sekarang.
Sekarang, ya beginilah. Adekku yang masih kelas 4 aja udah ngerti banyak gaya buat foto._. Bahkan mainannya gadget. Ini namanya modernisasi atau globalisasi?

Monday, November 24, 2014

What did I Get?

Halo:p Sekedar pengen berbagi cerita aja, mumpung sekarang lagi selo:B hehehe. Jadi, foto-foto di bawah ini aku ambil pas kelas 10.

1. Emblem

Setelah diterima di sekolah ini, kami dibagiin kain seragam beserta atribut lainnya. Dan emblem ini salah satunya. Dulu waktu kelas 10, aku masangnya gini:

Abaikan wajah:)))

2. Name Tag

Gara-gara kurikulum 2013, jadi setiap siswa harus pake name tag. Sebenenya pas SMP juga gitu, tapi berupa badge, yang dijahit di baju. Dan pas kelas 10, name tagnya tak pasang gini:

Aku pake masker, flu berat. Eh iya, itu pas libur semesteran lho, liburan di sekolah, bersama Biologi, flu lagi._.
3. Gantungan Kunci PP


Ini reward karna aku rajin nyatet:3 Soalnya aku pengen jadi dokter(?) Nah, berkat catetanku paling lengkap dari yang lain, aku dikasih itu:3 Dan setelah itu aku bener-bener pengen daftar TJRC, PMR nya Teladan dan bisa dibilang salah satu dari 5 ekskul terbesar di sana. Eh ternyata nggak lolos._.

4. Stiker Gladhi Vidya Teladan 2013

5. Badge Ambalan Nyi Ageng Serang
Setelah di ODT, kita di kasih badge ini.

6. Pin Zero Ansamble Teladan
Ya! Kami  Zero stanza #10:)

Monday, October 27, 2014

Maliq & D'Essentials - Dia

Temukan apa arti di balik cerita
hati ini terasa berbunga-bunga
membuat seakan, aku melayang
terbuai asmara

adakah satu arti dibalik tatapan
tersipu malu akan sebuah senyuman
membuat suasana, menjadi nyata
begitu indahnya

dia seperti apa yang selalu kunantikan, aku inginkan
dia melihatku apa adanya seakan ku sempurna

tanpa buai kata tercuri hatiku
dia tunjukan dengan tulus cintanya
terasa berbeda, saat bersamanya
aku jatuh cinta

dia seperti apa yang selalu kunantikan, aku inginkan
dia oh dia melihatku apa adanya seakan ku sempurna
dia seperti apa yang selalu kunantikan, akuinginkan
dia melihatku apa adanya seakan ku sempurna

dia bukakan pintu hatiku yang lama tak bisa
percayakan cinta hingga dia disini
memberi cinta ku harapan

dia seperti apa yang selalu kunantikan, aku inginkan
dia melihatku apa adanya seakan ku sempurna
dia seperti apa yang kunantikan, aku inginkan
dia dia melihatku apa adanya seakan ku sempurna

give me your love
give me your love now
so come on and love me
come on and love me

Sunday, September 21, 2014

Tetot

Apa aku berbeda? Sekarang, kalo mau nulis di blog harus dipikir banget. Dulu, asal tulis aja langsung jadi. Entah curhatan atau yang lainnya. Ide nulis bisa mengalir dengan mudahnya. Tapi sekarang? Pribadiku jaman SMP sama sekarang mungkin juga beda. Yang ngerasain malah temen SMA. Mungkin gini, dulu aku nggak pernah nggak cerita. Sekarang, aku sering mikir apa ceritaku harus diceritain ke temen deket sendiri. Wkwk. Aneh emang.
Hal lain yang jelas aku tau, dulu aku jarang mainan hp, sekarang jadi tiap menit main hp. Biasanya aku lebih sering main laptop daripada hp. Tapi untuk saat ini ya kebalikannya. Rasanya aneh.
Oh iya. Ada seseorang yang datang di waktu yang tepat. Di saat aku lagi kosong. Hehe, cukup. Dulu aku mudah banget curhat soal hati di blog. Tapi sekarang agak aneh. Ini kenapa? Apa karna aku jarang blogging? Bahkan aku nggak mengekspose siapa dia di sini. Entah kenapa bisa jadi gini. Wkwk. Aku aja masih mikir,post ini perlu di publish apa enggak=))
Rasanya aneh juga, sekarang aku lebih banyak diam. Nggak tau juga sih, tapi aku merasa demikian. Sekian.