Welcome to my blog! Content: Who Am I?; Post; Music; Links; Photos; Portrait. Silakan tinggalkan pesan, saran, atau kritikan yang membangun. Arigatou~

Sunday, June 21, 2015

La tahzan, innallaaha ma'ana

Aku merasa, belakangan ini perasaanku berubah-ubah. Bingung. Bingung sekali.
Terkadang sudah tidak tahu harus berbuat apa untuk mengatasi kebingunganku ini. Hingga pada akhirnya, aku tumpahkan kebingunganku menjadi keketusanku pada seseorang.
Begini ceritanya. Dulu aku tidak pernah muncul di hadapan mereka. Hingga akhirnya mereka memanggilku untuk berkumpul bersama. Dan seseorang datang untuk mengenalku lebih dekat. Sudah beberapa bulan ini aku dan dia saling kenal. Tapi sekarang keadaan tak lagi sama. Aku tidak ingin bertemu dengannya lagi semenjak ketidakpeduliannya padaku. Aku ingin menjauh. Aku sangat kecewa. Dan saat ini, aku benar-benar sedih. Kenapa aku harus dipertemukan dengan orang yang pada akhirnya akan menyakitiku. Aku telah lelah berlari hingga sejauh ini. Aku merasa sia-sia. Aku tidak membawa perubahan baik apapun.
Perang batin ini masih kurasakan hingga kini.
Sungguh, aku tidak ingin bersedih. Aku tidak mau menangis karena hal ini. Semoga Allah masih mau mempedulikanku. Aku tidak butuh kepedulian darinya lagi, aku hanya butuh kepedulian dari-Nya. La tahzan, innallaaha ma'ana. Aamiin.

Saturday, May 30, 2015

I'm 18yo!

Alhamdulillah, usiaku sekarang udah 18 tahun. Mayoritas temen-temenku masih 17, tapi ada beberapa juga yang udah 18 tahun:3 Awalnya aku sedih, karna semakin sedikit yang ngucapin dan semakin dikit pula yang doain. Yang aku harapkan adalah do'a dari teman-teman:'3
Mungkin postingan ini bikin aku terkesan kekanak-kanakan, tapi ya gimana lagi, aku pengen nulis e:p Nggak cuma nulis ajasih, aku mau share foto:3





Wuhuuu terima kasih kejutan dan kadonya teman-teman:3

Monday, January 26, 2015

Naega bogoshipeo

Selang waktu berjalan
Kita masih sama
Di sini tak berjalan cerita yang sama
Akankah kita pernah bisa
Berhenti mencoba
mencinta karena terbiasa

Ku yang slalu ada
Kau yang slalu ada
Membuat kita tak mampu
Tuk bisa menjauh dan menghilang

...
(Maliq & D'Essentials - Menghilang)

Emang nggak bisa dipungkiri. Rasanya pengen natap dia dan bilang "Aku kangen kamu". Tapi nggak semudah itu. Entah kenapa aku harus menitikkan air mata setelah bilang itu ke dia via sosmed. Ditinggal bentar doang, aku udah nyariin xD Tapi sayangnya, sekarang kita udah nggak kayak dulu lagi. Semua sebatas teman. Tapi aku lebih nyaman dengan ini:)

Thursday, January 22, 2015

@yourbagz on Instagram

Halooo. Yuk mari cek @yourbagz buat pilih-pilih aneka ragam tas vintage/ethnic:3 Order sekalian yaa:p



Jadi, sekarang aku ingin memulai bisnis. Ya nyobain dulu jadi reseller, habis itu buka usaha sendiri:3 Mumpung masih muda, aku pengen menggali banyak pengalaman. Sebenernya waktu SD aku pernah bisnis gelang:3 tapi karna aku belum dong soal keuangan, jadi aku ga ngerti apakah aku untung atau rugi xD bisa jadi pengeluaran buat modalnya lebih besar dari keuntungan.

Oke, sekian dari saya. Terima kasih atas perhatiannya!:)

Wednesday, December 31, 2014

Thank You 2014

This is the end of 2014. Tanggal 31 Desember 2014.
Tahun 2014 ini penuh warna. Seneng, bangga, sedih, memeng, pusing, lelah, semuanya ada .

Januari

Fara, Mita, Fia @ Pok Tunggal Beach

Berlari-lari ketepian

MAMA @ Cha Cha MilkTea. Mau fullteam aja susah._.

Februari


@ Studio Intan. Kurang Adin.




Maret

Vocal: Ayu, Gitar: Nafa&Adin, Bass: Fina, Keyboard: Mita, Drum: Evita.

April 2014

TUC 2014, unstopable!


Mei 2014


Pagelaran Teladan


Terima kasih Marisha, Anin, Arista:'3


Terimakasih X Sosiologi:3

Juni 2014

LG 2014

Fixed on stage @ Voice of Teladan

Fixed and Batiga

Juli


Buber kelas IX-5 :D


Buber kelas X-8 Sosiologi :3

Agustus



September


XI MIA 7 kedatangan Rizal dari Tanjung Pinang

Fixed on stage @ ICEF

Pertama kali ikut kompetisi band di luar sekolah xD


MAMAJA yang gak fullteam._. @ Village Milk Tea

Oktober

HUT Jogja:3

Fullteam:3

Remaja Masjid wuehehe

Ini sama Evita waktu pembubaran panitia TUC 2014:3

Karaokean @ Happup with Fia & Fara :3

@ UKDW with Fina

November

Pre-wed wkwk xD

@ Nikkou Ramen with Fia and Fara, nomnom :9

Desember


@ Pantai Baru


Double date sih sebenernya xD @ Hutan Pinus

Dan yang terakhir, selamat tanggal 31!:)

Thursday, December 18, 2014

Dream Catcher


Aku pertama kali liat benda itu di Jatim Park 2. Ada penampilan musik asli Indian. Terus di sana juga di jual pernak-pernik khas Indian. Salah satunya yang menarik di mataku adalah dream catcher ini. Dulu sih aku gak tau kalo itu namanya dream catcher. Dan aku juga sempet nggumun, itu dicantolin di mana ya, gantungannya cuma gitu doang xD Dan pas tanya itu harganya berapa....gak jadi beli deh. Mahal. Aku lupa berapa. Puluhan ribu. Tapi ukurannya kecil. Kalo yang besar bisa sampe ratusan.

Jadi, apasih dream catcher itu?

Dream catcher atau penangkap mimpi berakar pada tradisi orang-orang penduduk pribumi Amerika (Indian) menggantungkan sebuah jaring-jaring simbolis di atas tubuh seseorang yang tidur untuk melindunginya dari mimpi buruk. Sebuah dream catcher terbuat dari sebuah simpul kayu berbentuk lingkaran yang di dalamnya terdapat sebuah jaring anyaman dengan lubang di tengahnya. Di bagian bawah lingkaran kayu itu terdapat dua atau lebih bulu yang tergantung-gantung. Dengan digantungkan di atas orang yang sedang bermimpi, dream catcher akan menyaring mimpi-mimpi dari udara malam, dan hanya akan membiarkan mimpi-mimpi yang baik dan pesan-pesan yang penting saja yang masuk ke dalam orang tersebut. 
Ada banyak sekali legenda-legenda indah mengenai asal usul dream catcher ini, yang menceritakan apa yang bisa dilakukan oleh penangkap mimpi itu. Indian Lakota, misalnya, mempercayai bahwa mimpi yang baik ditangkap untuk menjadi bagian dari jaringan kehidupan, sementara mimpi-mimpi buruk akan lewat begitu saja melalui lubang yang ada di tengah penangkap mimpi. Legenda suku Navajo, Ojibwe, dan Chippewa menyatakan bahwa jaring itu menangkap mimpi buruk, mencegahnya masuk ke dalam impian, sementara mimpi-mimpi yang baik akan lewat melalui lubang di tengahnya. Dalam legenda ini, sinar matahari pagi akan memurnikan jaring itu dari mimpi-mimpi buruk yang ditangkapnya semalam. Penangkap mimpi untuk anak-anak dengan legenda yang disebut terakhir ini memiliki sebuah bulu di lubang tengahnya sehingga mimpi-mimpi yang baik bisa masuk ke dalam bulu itu dan masuk ke dalam mimpi. 
Penangkap mimpi tradisional memiliki delapan titik tempat jaring menempel pada lingkaran, hal ini melambangkan delapan kaki laba-laba. Laba-laba melambangkan energi penciptaan kaum wanita, kebijaksanaan, dan pembelajaran. Dalam kebudayaan orang Indian, penangkap mimpi sangat penting untuk digantungkan di atas tempat tidur bayi supaya bayi terlindung dari mimpi buruk atau “angin jahat” (energi yang buruk). Penangkap-penangkap mimpi ini, kesemuanya dibuat dari simpai dan urat jaring pohon willow, tidak dibuat untuk dipakai selamanya. Ketika si anak tumbuh dewasa, penangkap mimpi ini biasanya diganti dengan yang baru untuk siklus kehidupan si anak berikutnya. 
Meskipun gagasan tentang mimpi merupakan gagasan yang umum dikaitkan dengan dream catcher, tampaknya tujuan pemaknaan yang sesungguhnya dari penangkap mimpi ini lebih luas lagi. Legenda suku Lakota, misalnya, meyakini bahwa selama perjalanan kehidupan banyak kekuatan yang bisa menghalangi kesadaran atas Roh Besar. Keyakinan pada Roh Besar bisa membuat penangkap mimpi tidak hanya akan menangkap mimpi-mimpi baik namun juga visi, gagasan, dan peluang yang baik yang bisa membantu seseorang mencapai tujuan dan cita-citanya. Oleh karena itu, dream catcher tidak hanya berguna untuk tidur saja, namun lebih merupakan totem atau jimat yang dipercaya oleh sementara orang bisa memusatkan energi baik dan menghilangkan energi negatif. 
Dewasa ini, dream catcher telah diadopsi dan dipopulerkan di kebudayaan Barat sebagai sebuah benda hiasan dan alat New Age. Anda bisa menemukan dream catcher di internet dan toko-toko barang-barang hadiah istimewa.

Sumber: http://cognitiobrevis.blog.com/2011/04/04/apakah-dream-catcher-itu/

Saturday, December 6, 2014

Pertanyaan Tanpa Jawaban, Tak Perlu Jawaban

Aku. Inilah aku. Di sini lah aku.
Menunggu. 
Tanpa seorang pun yang tahu.
Bahwa aku sedang menunggu.
Masih menunggu.
Aku diam. Aku menahan ego ini.
Aku harus berbuat apa?
Kali ini, aku tak bisa sedikitpun mengerti, memahami.
Aku telah sia-siakan waktuku.
Menghabiskan seperempat malamku.
Hanya menunggu.
Apa yang aku tunggu?
Sekarang ini, aku diam.
Sekali lagi, aku masih menahan egoku.
Hingga gengsi ini menertawaiku.
Menghinaku.
Untuk apa aku masih berada di sini?
Tanpa bergerak sedikitpun.
Bahkan sekedar meluruskan kakiku, tidak.
Aku menunggu.
Masih menunggu.
Lelah.
Tembok kesabaran ini telah runtuh.
Semudah itu kah?
Apa yang terjadi padaku?
Inikah aku?
Mengapa?