Welcome to my blog! Content: Who Am I?; Post; Music; Art; Portrait; Cartoon; Links. Boleh banget buat yang mau berkomentar. Arigatou~

Thursday, October 19, 2017

Brand New Day


(ps: Sambil diplay lagunya ya ehehe)

Ini kali kedua, kesempatan kedua juga, semoga nggak perlu ada kesempatan ketiga keempat dst.
Jadi gini ceritanya, dulu selama 3 tahun kita satu sekolah, satu SMP dan selama 3 tahun kita sekelas. Aku sama dia pernah deket dan memang pernah ada sesuatu, tapi sama sekali ga mengenal satu sama lain. Mungkin dianya mengenalku dengan baik tapi akunya yang enggak:( 
Sekarang, aku baru sadar kalo kita seklop itu. Bahkan dia bilang kita sepemikiran. Pas juga sih, aku nyari anak teknik dia nyari anak medika, yaudah deh 'ketemu'. Awalnya chat biasa, abis itu ketemu karna dia mau nraktir ultahnya wkwk. Canggung tapi nyambung. Topiknya pun selalu mengalir. Waktu itu chatnya belum intens, chatting pun kadang juga karna hpku dibajak temen. Tapi setelah lebaran chatnya jadi intens. Terus mulai call nih. Waktu ppsmb kita sama-sama panitia, aku morning call-in dia karna dia minta dibangunin pagi. Cuma bentar sih karna akunya mules heu. Besoknya gantian dia morning call aku jam 2 dan telponnya baru kelar jam 3, 47 menit lamanyaa. Asik juga nih orangnya walaupun lama ga ketemu. 
Terus pas udah masuk kuliah, aku ada event job fair di gsp. Aku nyuruh dia dateng nih, dan dia mau. Tapiii ternyata acaranya bubar lebih awal. Dan senengnya walaupun udah bubar dia tetep dateng, sekalian nongki juga karna pulangku lebih awal dari dugaan, wkwk. Akhirnya kita ke tempat nongki yang sekalian lewat jalan pulang. Kedua kalinya ketemu setelah terakhir ketemu waktu dia nraktir. Awalnya agak awkward sih, tapi setelah mulai ngobrol udah lupa tuh kalo canggung wkwk. Padahal, kita besoknya (minggu) mau main, udah ketemu malemnya. Oke tetep jadi main ternyata. Nah, di sini mulai mengenal lebih dalam lagi. Tanya-tanya masa lalu sih wkwkwk. Setelah itu, kita jadi sering ketemu, Minimal seminggu sekali. Kebetulan kelar urusan di kampusnya bareng, jadi sering tuh makan malem bareng. Pernah juga waktu aku pulang malem dia lagi ada urusan di kampus, dia jadi bisa nemenin aku pulang, walaupun akhirnya misah, dia ke arah timur aku ke arah barat. 
Lalu, kita main yang bener-bener seharian, dari pagi sampe malem. Pokoknya hari itu jadi hari yang nggak bakal aku lupain. Dari ullen sentalu-kopi merapi-taman lampion. (Padahal h-seminggu UTS, wkwkwk) Nah, pas di destinasi terakhir nih yang paling dinanti, setelah menunggu lama, akhirnya.... 
Jadi, tadi itu cuma pendahuluan.
The point is:

Ini pertama kalinya bagiku: terharu sama kalimat "I love you"; bisa membayangkan masa depan sama seorang cowok; seyakin ini sama cowok; dateng ke tempat-tempat bagus yang aku bener-bener belum pernah, ya pertama kalinya sama dia; bisa sangat percaya dan ga ada rasa takut; bisa merasa sangat aman; bisa merasa sangat tenang; bisa merasa sangat klop; bisa segila ini sama seseorang. Pokoknya, dia bener-bener yang terbaik. Rasanya beruntung bisa dipertemukan lagi sama orang ini:) Aku baru inget kalo dia itu my first love at the first sight waktu SMP, karna kita dulu satu kelas ospeknya, uuu lucunya:3

Sekarang, kita kembali lagi memulai kisah dari awal, jauh lebih indah kan? Semoga kita benar-benar bisa saling menguatkan, saling memahami, saling mendukung impian masing-masing, dan yang terakhir bisa bersama-sama memperjuangkan goals itu. Jangan bosen ya sama Mita. Yuk bersama-sama memperbaiki yang 'dulu', semoga goalsnya bisa tercapai dengan mulus tanpa hambatan kayak jalan tol:)


I love you to the moon and back, Imam Alhakim:)))

*p.s : tolong diblok pake mouse ya ada paragraf dan kalimat yang tidak terlihat di atas dan di bawah foto.
Dengerin lagunya sampai akhir ya, yang khusyu'

Monday, October 16, 2017

Favorite Scenes

Sore hari sebelum senja

Senja

Sore hari sebelum senja

Sore hari sebelum senja

Intinya, aku suka sore hari yang cerah&senja.

Sunday, February 12, 2017

Nggak Kangen Teladan?

Cerita demi cerita oleh sahabatku, ia merindukan masa-masa SMA-nya. Dia menceritakan kisah yang ngangenin saat SMA. Sewaktu ia bercerita, aku berusaha mengingat-ingat, apa cerita menarik yang bisa aku bagikan padanya. Namun, aku tak menemukan satupun cerita yang menarik untuk kuceritakan. Semua seolah-olah biasa saja. Rasanya seperti seorang wanita yang sudah move on dari gebetannya, Tak ada yang bisa diceritakan, seolah-olah kehidupan SMA-ku datar-datar saja. Aku pikir aku tidak merindukan masa-masa di sana. Menurutku sudah cukup. Saat itu, aku tidak merindukan SMA-ku.

Suatu waktu, aku berkunjung ke sana, Teladan. Aku memasuki lobby lama--tempat yang paling adem untuk menunggu, menunggu jemputan. Di sana, aku berpapasan dengan seorang guru, aku hendak bersalaman tetapi beliau lebih dulu mengatakan, "Alhamdulillah". Seketika itu, aku merasa seperti pulang dari perantauan--selamat sampai tujuan setelah perjalanan yang sangat jauh. Rasanya aku seperti kembali ke rumah dan disambut hangat oleh keluargaku. Terharu. Bahkan aku sempat mengira ketika aku kembali ke sana, beliau tidak mengingatku atau mengenaliku. Perkataan beliau meluluhkan ketidakrinduanku pada sekolahku, almamaterku.

Aku menyadari betapa sombongnya diriku. Saat itu, aku merasa sekolahku tidak memberi banyak hal untukku. Tapi aku salah. aku telah banyak berproses di sana. Aku juga dipertemukan dengan teman-teman yang baik. Walaupun aku bukan anak yang menonjol baik dikalangan guru maupun teman seangkatan, aku ikut berproses di sana dan tak satupun yang tak berproses. Aku mengalami fase metamorfosis: menjadi sedikit agamis, menjadi peduli dengan sekitar, dan sebagainya. Sekolahku telah banyak memberiku bekal. Bekal untuk menghadapi dunia luar--yang berbeda 180 derajat dengan sekolahku. Aku pun ingin membalasnya, suatu saat nanti. Berdo'a agar aku sukses, bersama teman-temanku, Teladan 57, dan suatu hari kembali bersama-sama dengan membawa banyak hal yang bisa membuat sekolahku terharu, bahwa kami di sini masih mengingatmu dan seisinya.

Aku merindukan masa-masa pencarian jati diriku di sana.
Terima kasih Teladan, terima kasih Teladan 57, semoga kita bisa kembali bersama-sama dengan membawa kebanggaan dan kebahagiaan untuk almamater kita, SMA Negeri 1 Yogyakarta.


Friday, December 30, 2016

Sisa-sisa Waktu

Masih tersisa satu hari di tahun 2016. Apa harapanmu untuk dua hari ke depan?

Aku, berharap bisa belajar dari kesalahan, dari penyesalan, dari rasa bangga, dari kebahagiaan, dari kesedihan, dan dari segala hal untuk memperbaiki diri. Introspeksi diri.

Penyesalan akibat kesalahan membuatku harus belajar.
Kesedihan akibat penyesalan membuatku harus belajar.
Kebahagiaan akibat rasa bangga membuatku harus belajar.

Setiap insan punya hak untuk memperbaiki diri bukan?
Tahun ini aku seperti ini, tahun lalu aku seperti itu, dua tahun lalu aku seperti itu. Tahun depan lebih baik dari tahun ini. Lebih dewasa dalam menghadapi suatu masalah, lebih peka, lebih bersyukur.

Aku ingin terus melangkah ke depan, fokus pada tujuan, tanpa menoleh ke belakang. Memikirkan masa lalu hanya akan menghabiskan waktu.

Di sisa-sisa waktu ini, mari berdoa. Semoga keinginan kita dikehendaki oleh-Nya.