Sunday, April 13, 2014

Cerita Lirik: Cinta Sempurna

Raisa - Cinta Sempurna
Matahari menyapa

Kala dirimu ada

Kaulah sebuah jawaban

Semua tanya


Sungguh hati ini tak mampu ungkapkan

Semua rasa yang lama terpendam di dada

Hanya kamu membuatku

Merasakan cinta yang sempurna

Walau musim berganti

Ku kan selalu setia menanti

Walau hanya dalam hati

Kunyatakan dengarkanlah


Sungguh hati ini tak mampu ungkapkan

Semua rasa yang lama terpendam di dada

Hanya kamu membuatku

Merasakan cinta yang sempurna

Cobalah kau dengar

Walau tanpa kata

Kau yang bisa memberikan

Cinta sempurna


Sungguh hati ini tak mampu ungkapkan

Semua rasa yang lama terpendam di dada

Hanya kamu membuatku

Merasakan cinta yang sempurna


Sungguh hati ini tak mampu ungkapkan

Semua rasa yang lama terpendam di dada

Hanya kamu membuatku

Merasakan cinta yang sempurna 

Aku mau curhat lewat lirik lagu. Yaudah, itu curhatan ku:3

Wednesday, April 9, 2014

SMA

Yeeeey. Aku lumayan menikmati kelas 10 SMA ini. Padahal, awalnya aku nggak yakin bisa menikmati sekolah di Teladan gara-gara nggak katut sama organisasi dan ekskul utamanya. Tapi buktinya aku masih bahagia di sini. Untungnya masih ada ekskul lain yang lebih pas buat aku. Sekalian untuk nyalurin hobiku juga.
Tapi, semakin lama aku bosen sama rutinitas ini. Rasanya pengen cepet-cepet lulus. Penasaran sama kehidupanku setelah lulus SMA nanti. Ya walaupun bosen, tetep harus dinikmati. Let it flow.
Aku berharap besok atau pas kelas 11 nanti ada yang lebih spesial. Biar nggak jenuh. Wkwk. Ya apa aja deh yang bikin aku jadi lebih bahagia. Biar semangat sekolah. Soalnya semakin lama, aku semakin nggak niat sekolah. Apalagi menjelang libur UN kelas 12. Berangkat sekolah aja tak pepet-pepetin. Pulang juga tak cepet-cepetin. Gara-gara nggak spesial(?) Yaudah sih.

Friday, March 7, 2014

Quotes

"Orang yang meremehkan anda adalah orang yang akan menjadi pengagum anda pada saat anda sukses." - SRA. Aku dapet quotes itu dari Hitam Putih. Cukup menjadi motivasi:)

Rasanya diremehkan, awalnya emang sakit banget, tapi buatku itu udah nggak jadi masalah. Justru aku lebih terpacu supaya bisa menjadi lebih baik dan sangat baik.

Dan satu hal lagi, ketika pendapatmu sama sekali nggak didengar, nggakpapa. Sabar aja. Walaupun pada akhirnya memang pendapatmu yang benar. Nggakpapa. Kebenaran nggak selalu menang. Nggakpapa. It's ok.

Thursday, February 27, 2014

Apa bisa? Bisa apa?

Aku bisa apa?
Aku cuma punya apa yang aku bisa. Aku cuma bisa apa yang aku punya.
Kata orang, kita pasti dilahirkan tidak untuk disia-siakan dan nggak mungkin nggak bisa apa-apa. Tapi aku merasa nggak bisa apa-apa. Aku biasa-biasa aja. Terus, aku bisa apa?

Tuesday, February 18, 2014

Negeri Sakura

Terkadang kita--atau lebih tepatnya--aku, menyukai seseorang kemudian juga menyukai apa yang dia sukai. Kayak cinta datang sepaket. Ya, satu paket. Tapi, setelah kita udah nggak suka, mungkin ada sebagian yang memilih untuk nggak suka semuanya. Jadi, paketnya juga dibuang. Hehe, abstrak nih.

Sekarang, aku masih suka apa yang orang yang pernah aku sukai suka. Nah, gimana coba. Aku sendiri juga bingung harus nyusunnya gimana supaya bisa menjadi kalimat yang efektif, singkat, padat, dan jelas. Jadi, dulu aku jadi ketularan 'tertarik' sama hal yang berbau Jepang. Tapi, untuk anime atau dramanya sih aku biasa-biasa aja. Nggak tertarik malah. Aku lebih tertarik untuk belajar bahasanya dan lebih tertarik sama negaranya:3 Aku masih berharap untuk bisa pergi ke Jepang. Lebih berharap gratis pergi ke sananya. Tapi tetap menggunakan usaha, kerja keras, perjuangan dan lalalala lainnya.

Aku cuma pengen foto diantara sakura yang indah banget. Wkwk. Ya enggaklah. Foto-foto belakangan. Yang lebih utama ya menikmati suasana di antara sakura. Tapi, aku sebenernya nggak paham Jepang. Yang banyak sakuranya dimana aku juga nggak paham. Aku juga pengen ke Gunung Fuji. Pokoknya aku pengen ke tempat terbaik yang ada di Jepang. Pengen banget. Apalagi sekolah di sana. Aaaa pengen banget!

Monday, February 17, 2014

Sebuah Hadits

”Orang yang cerdas adalah orang yang merendahkan dirinya dan berbuat untuk masa setelah mati. Orang yang lemah adalah yang memperturutkan hawa nafsunya dan berharap (banyak) pada Allah”. (HR.Turmuzi, dari riwayat Syaddad bin Aus ra.)

Saturday, February 15, 2014

Makanan: Mimpi.



Rasanya sangat lelah&sakit memainkan peranku. Seperti berada di antara kerumunan orang yang berdiri tegak, sedangkan aku membungkuk lesu. Aku sendiri tak sanggup menahan beratnya mimpi-mimpi yang--sungguh--membebani jiwa dan ragaku. Seandainya, jika aku ternyata tidak ditakdirkan untuk mewujudkan mimpiku di sini, lalu kenapa tidak sekarang saja aku pergi? Kemudian aku dapat mewujudkannya di sana. Dengan waktu yang lebih lama, abadi.

Mungkin, aku terlihat pesimis. Memang pesimis. Tidak ada kata lain selain pesimis. Mungkin bersinonim dengan putus asa, menyerah. Tapi, jangan. Aku tidak akan menyerah. Sebelum aku selesaikan urusanku di sini. Memainkan peranku. Sebagai diriku sendiri. Melaksanakan kewajibanku, mempertahankan hakku, sebagai manusia.

Sekali lagi. Mimpi. Di otakku penuh mimpi, impian, keinginan. Rasanya seperti lapar. Kelaparan. Ingin rasanya ku makan mimpi-mimpiku itu. Kemudian kenyang. Tapi jangan sampai terlalu kenyang. Terlalu kenyang dapat menyebabkan susah bergerak. Diam di satu tempat. Tidak melakukan apa-apa. Hanya diam. Tidak berguna.

Mimpiku banyak. Tapi aku selalu mengingatkan diriku,  berhati-hati dan jangan sampai kekenyangan. You'll never get enough. Because, you're human.