Welcome to my blog! Content: Who Am I?; Post; Music; Links; Photos; Portrait. Silakan tinggalkan pesan, saran, atau kritikan yang membangun. Arigatou~

Tuesday, November 25, 2014

(What)-sasi?

Malam ini, aku dapet inspirasi nulis. Inspirasinya aku dapet waktu aku baru aja duduk manis di atas closet dan kemudian--cring (ceritanya ada bohlam nyala di atas kepalaku. Iya, lampu kamar mandi maksudnya)--muncul-lah ide nulis itu, wkwk. Tapi, sayang banget kenapa nggak kemarin aja aku dapet inspirasinya. Padahal kemarin malem selo. Mana besok aku ulangan fisika, materinya gerak harmonis. Tapi ya udah sih, begadang aja gak masalah demi fisika. Fyi, malem ini aku lagi seneng-senengnya belajar fisika. Entah kenapa pikiranku lagi cerah gini, cepet pahamnya. Padahal selama guruku jelasin tentang gerak harmonis--selalu aku perhatiin--tapi nggak paham. Belajar sendiri malah paham._.
Hehe, sebenernya bukan ini yang mau aku bahas:p Bukan ini juga inspirasi yang aku dapet di tempat itu. Tiba-tiba terlintas dipikiranku, sebuah foto. Foto teman di Instagram. Anak kelas 6 SD udah bisa selfie. Bahkan, adekku, Bita, kelas 4 SD, umur 9 tahun, udah jago selfie. Foto genic pula. Padahal, kelas 4 SD aku nggak suka difoto. Apalagi selfie, wkwk. Pas difoto gayaku masih kaku. Senyum, lempeng, ya awkward gitulah. Tapi sekarang jadi keseringan selfie:p

Ini aku pas kelas 6 SD. Adekku masih TK.
Dulu gayaku senyum doang. Nggak kepikiran buat melet, meringis, ng-unyu, atau apapun itu wkwk.

Ini yang sekarang.
Sekarang, ya beginilah. Adekku yang masih kelas 4 aja udah ngerti banyak gaya buat foto._. Bahkan mainannya gadget. Ini namanya modernisasi atau globalisasi?

Monday, November 24, 2014

What did I Get?

Halo:p Sekedar pengen berbagi cerita aja, mumpung sekarang lagi selo:B hehehe. Jadi, foto-foto di bawah ini aku ambil pas kelas 10.

1. Emblem

Setelah diterima di sekolah ini, kami dibagiin kain seragam beserta atribut lainnya. Dan emblem ini salah satunya. Dulu waktu kelas 10, aku masangnya gini:

Abaikan wajah:)))

2. Name Tag

Gara-gara kurikulum 2013, jadi setiap siswa harus pake name tag. Sebenenya pas SMP juga gitu, tapi berupa badge, yang dijahit di baju. Dan pas kelas 10, name tagnya tak pasang gini:

Aku pake masker, flu berat. Eh iya, itu pas libur semesteran lho, liburan di sekolah, bersama Biologi, flu lagi._.
3. Gantungan Kunci PP


Ini reward karna aku rajin nyatet:3 Soalnya aku pengen jadi dokter(?) Nah, berkat catetanku paling lengkap dari yang lain, aku dikasih itu:3 Dan setelah itu aku bener-bener pengen daftar TJRC, PMR nya Teladan dan bisa dibilang salah satu dari 5 ekskul terbesar di sana. Eh ternyata nggak lolos._.

4. Stiker Gladhi Vidya Teladan 2013

5. Badge Ambalan Nyi Ageng Serang
Setelah di ODT, kita di kasih badge ini.

6. Pin Zero Ansamble Teladan
Ya! Kami  Zero stanza #10:)

Monday, October 27, 2014

Maliq & D'Essentials - Dia

Temukan apa arti di balik cerita
hati ini terasa berbunga-bunga
membuat seakan, aku melayang
terbuai asmara

adakah satu arti dibalik tatapan
tersipu malu akan sebuah senyuman
membuat suasana, menjadi nyata
begitu indahnya

dia seperti apa yang selalu kunantikan, aku inginkan
dia melihatku apa adanya seakan ku sempurna

tanpa buai kata tercuri hatiku
dia tunjukan dengan tulus cintanya
terasa berbeda, saat bersamanya
aku jatuh cinta

dia seperti apa yang selalu kunantikan, aku inginkan
dia oh dia melihatku apa adanya seakan ku sempurna
dia seperti apa yang selalu kunantikan, akuinginkan
dia melihatku apa adanya seakan ku sempurna

dia bukakan pintu hatiku yang lama tak bisa
percayakan cinta hingga dia disini
memberi cinta ku harapan

dia seperti apa yang selalu kunantikan, aku inginkan
dia melihatku apa adanya seakan ku sempurna
dia seperti apa yang kunantikan, aku inginkan
dia dia melihatku apa adanya seakan ku sempurna

give me your love
give me your love now
so come on and love me
come on and love me

Sunday, September 21, 2014

Tetot

Apa aku berbeda? Sekarang, kalo mau nulis di blog harus dipikir banget. Dulu, asal tulis aja langsung jadi. Entah curhatan atau yang lainnya. Ide nulis bisa mengalir dengan mudahnya. Tapi sekarang? Pribadiku jaman SMP sama sekarang mungkin juga beda. Yang ngerasain malah temen SMA. Mungkin gini, dulu aku nggak pernah nggak cerita. Sekarang, aku sering mikir apa ceritaku harus diceritain ke temen deket sendiri. Wkwk. Aneh emang.
Hal lain yang jelas aku tau, dulu aku jarang mainan hp, sekarang jadi tiap menit main hp. Biasanya aku lebih sering main laptop daripada hp. Tapi untuk saat ini ya kebalikannya. Rasanya aneh.
Oh iya. Ada seseorang yang datang di waktu yang tepat. Di saat aku lagi kosong. Hehe, cukup. Dulu aku mudah banget curhat soal hati di blog. Tapi sekarang agak aneh. Ini kenapa? Apa karna aku jarang blogging? Bahkan aku nggak mengekspose siapa dia di sini. Entah kenapa bisa jadi gini. Wkwk. Aku aja masih mikir,post ini perlu di publish apa enggak=))
Rasanya aneh juga, sekarang aku lebih banyak diam. Nggak tau juga sih, tapi aku merasa demikian. Sekian.

Friday, September 19, 2014

Raisa - LDR (Piano Cover)



Daripada di upload di Instagram durasinya dikit, mending di YouTube sekalian:3 Terima kasih sudah mau melihat!:)

Tuesday, August 5, 2014

Raisa - LDR (Lyrics&Piano Cover)

 
 
Ku teringat dalam lamunan
Rasa sentuhan jemari tanganmu
Ku teringat walau telah pudar 
Suara tawamu, sungguh ku rindu
Tanpamu langit tak berbintang 
Tanpamu hampa yang ku rasa
 
Seandainya jarak tiada berarti 
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja 
Seandainya sang waktu dapat mengerti 
Takkan ada rindu yang terus mengganggu 
Kau akan kembali bersamaku

Ku teringat walau telah pudar 
Suara tawamu, sungguh ku rindu
Tanpamu langit tak berbintang 
Tanpamu hampa yang ku rasa
 
Seandainya jarak tiada berarti 
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja 
Seandainya sang waktu dapat mengerti 
Takkan ada rindu yang terus mengganggu 
Kau akan kembali bersamaku
 
Terbit dan tenggelamnya matahari 
Membawamu lebih dekat
Denganmu langitku berbintang 
Denganmu sempurna ku rasa
 
Seandainya jarak tiada berarti 
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja 
Seandainya sang waktu dapat mengerti 
Takkan ada rindu yang terus mengganggu
 Kau akan kembali bersamaku

(seandainya jarak tiada berarti) 
Akan ku arungi ruang dan waktu dalam sekejap saja 
Seandainya sang waktu dapat mengerti 
Takkan ada rindu yang terus mengganggu 
Kau akan kembali bersamaku

Thursday, July 24, 2014

Meninggalkan Musik?

Sekilas liat timeline Line saya. Shock sih, ada seorang teman yang ngeshare link yang judulnya "Saatnya Meninggalkan Musik". Agak gimana gitu. Kayaknya selama ini aku main musik, dengerin musik, itu kayaknya nggak menggoyahkan imanku. Maksudku nggak ganggu ibadahku. Aku nggak melalaikan kewajibanku sebagai seorang muslim.
Saking aku nggak terima sama 'artikel atau argumen' itu, aku googling. Karna, kalo cuma baca dari yang disebar-sebarin orang kayaknya kurang ngeh. Kalo cuma baca 1 bacaan tanpa mempertimbangkan bacaan lain, bisa jadi antara kedua bacaan itu beda penafsiran. Ya, nggak? Dan akhirnya aku menemukan artikel (nah, ini artikel :p) yang isinya alhamdulillaah bikin lega. Karna aku nggak merasa rugi kok main musik. Asalkan nggak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan harusnya nggak masalah to? Bz. Jadi, ini sekilas jawaban ustad dari seseorang yang tanya, "Nah kalau musik klasik semisal  Mozart apa hukumnya? Bagaimana kita menyikapinya?":

Ibnu Hazm mengatakan bahwa permasalahan ini tergantung dari niatnya. Barangsiapa yang berniat untuk menghibur dirinya, menyemangatinya untuk berbuat ketaatan maka ia termasuk orang yang taat dan berbuat baik dan barangsiapa yang berniat bukan untuk ketaatan juga bukan untuk kemaksiatan maka hal itu termasuk didalam perbuatan yang sia-sia yang dimaafkan seperti manusia yang keluar ke kebunnya hanya untuk refresing atau orang yang duduk-duduk di depan pintu rumahnya untuk rileks semata.
Imam Ghozali mengemukakan pendapat asy Syaukani didalam menjelaskan hadits,”Segala permainan yang dimainkan seorang mukmin adalah batil.” Tidaklah menunukkan pengharaman akan tetapi menunjukkan tidak adanya manfaat dan setiap yang tidak ada manfaat didalamnya termasuk mubah (boleh).” (Fatawa al Azhar juz VII hal 263)
Demikian pula terhadap musik karya Wolfgang A Mozart, musik simfoni, sonata, concerto yang termasuk didalam golongan musik-musik klasik maka ia—sebagaimana fatwa diatas—dibolehkan selama tetap memperhatikan hal-hal berikut ;
1. Tidak diniatkan untuk masiat kepada Allah swt.
2. Tidak berlebih-lebihan didalam menikmati maupun mendengarkannya sehingga melalaikannya dari perkara-perkara yang diwajibkan, seperti : sholat, mengingat Allah maupun kewajiban lainnya.
3. Para pemainnya tidak menampilkan perbuatan-perbuatan yang diharamkan atau dilarang agama.
4. Biduanitanya—jika ada—tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang mengundang fitnah, seperti :menggunakan gaun yang seronok, tidak sopan, bergoyang-goyang atau menyanyikannya dengan suara-suara yang dibuat-buat sehingga membangkitkan birahi dan merangsang syahwat orang-orang yang mendengarkannya.
5. Bait-bait syair lagunya tidak bertentangan dengan adab dan ajaran islam, seperti mengandung kemusyrikan, pelecehan, jorok dan sejenisnya.
6. Tidak diadakan di tempat-tempat yang mengandung syubhat, kemunkaran atau diharamkan, seperti di tempat yang dibarengi dengan minuman keras, dicampur dengan perbuatan cabul dan maksiat.
Ada sedikit yang membedakan antara musik klasik dari musik-musik lainnya adalah manfaat dari musik ini menurut penelitian para pakar. Ada yang mengatakan bahwa alunannya yang lembut dan tenang dapat memberikan efek yang baik bagi janin, bayi dan anak-anak. Ada pula peneliti barat yang mengatakan bahwa musik klasik dapat menambah kecerdasan pada anak.
UNESCO Music Council menyebutkan bahwa manfaat musik klasik adalah pertama sebagai alat pendidikan dan kedua adalah alat untuk mempertajam rasa intelektual manusia (Intellect Einfullung). Musik yang demikian biasanya mempunyai keseimbangan antara empat unsur musik, yaitu melodi, harmoni, irama (rythim) dan warna suara (timbre). Musik yang memenuhi persyaratan itu adalah musik klasik, semi musik klasik, musik rakyat, juga musik tradisional seperti karawitan. (sumber : http://imadeharyoga.com)
Bagi seorang muslim yang menyukai musik ini maupun yang ingin mengambil manfaat darinya untuk hal-hal diatas maupun yang lainnya maka tidaklah menempatkannya diatas dari keagungan, keindahan maupun mafaat dari Al Qur’an. Hendaklah terlebih dahulu ia menggunakan Al Qur’an sebelum menggunakan musik tersebut karena Al Qur’an adalah obat, menenangkan jiwa, menghibur dikala sedih, mengasah ketajaman hafalan dan lainnya. Adapun setelah itu dia ingin menggunakan musik klasik untuk diambil manfaatnya seperti yang dikatakan oleh para pakar dan selama tidak mengandung hal-hal yang dilarang seperti yang disebutkan diatas maka ia dibolehkan.
Wallahu A’lam
Alhamdulillaah, selama ini aku lebih suka lagu instrumental dari pada lagu yang berlirik. Kalau lagu yang berlirik, ya ada sih, tapi yang isi liriknya wajar.

Sumber: http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/bagaimana-hukum-mendengarkan-musik.htm#.U9Ej-EDIyAd